Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Creative Investment using AI and Data Mining

 

 Selama satu minggu terkahir sejak jum'at 15 Agustus 2025 lalu. Saya belajar dan menekuni dasar-dasar ilmu investasi, utamanya yang disajikan oleh Bennix (Beny Batara). Seingat saya sudah lebih dari satu tahun saya mengikuti konten-konten investasi yang disajikan oleh Bennix yang ditayangkan melalui platform YouTube. 

Ada beberapa konsep penting yang saya pelajari tentang investasi, salah satunya filosofi M.E.Q.I investment yang diperkenalkan oleh Pak Bennix. Setelah saya baca lebih lanjut konsep ini dikembangkan dari gagasan Peter Lynch yang paling terkenal yaitu "Buy What You Know". Sederhananya kita harus tahu seluk beluk emiten, seperti performa penjualan di end user (pelanggan), potensi perkembangan bisnis emiten kedepannya, memahami laporan keuangan perusahaan, salah satu aspek terpenting selain momentum (pergerakan pasar) adalah investigasi langsung mendatangi kegiatan operasional perusahaan, sehingga sebagai investor kita tidak asal seperti "membeli kucing dalam karung". 

Dalam prakteknya, ada beberapa contoh teknis yang saya pelajari, antara lain indentifikasi jenis-jenis emiten, 3 (tiga) yang menurut saya penting untuk dipelajari secara mendalam antara lain: 

1. Cyclical,
2. Turn over,
3. Asset opportunities (harta terpendam),

Seminggu ini saya mencoba berinvestasi menggunakan stockBIT sekuritas, dan berfokus untuk mengidentifikasi emiten-emiten cyclical (musiman). Dengan edge yang saya punyai di bidang ritel dan pengetahuan sederhana mengenai musim wisata, saya "menanam saham" di emiten #ACES dan  #MAPA, dengan analisa peningkatan performa di akhir tahun 2025 nanti memasuki musim liburan Natal dan Tahun Baru, dengan justifikasi orang-orang ramai untuk berlibur dan berbelanja di Mall. 

Sebelumnya saya mencoba investasi di bidang consumer goods yaitu emiten #KEJU, tanpa terlebih dahulu melihat kondisi momentum dan laporan keungan secara lebih mendalam, seperti yang sudah diduga untuk saat ini emiten #KEJU tersebut masih nyangkut dan turun sedikit di zona merah, analisa saya tetap masih punya peluang untuk rebound diatas harga beli (hijau) namun dengan durasi waktu yang lebih lama, yaitu akhir tahun dan memasuki bulan ramadhan di tahun 2026 mendatang. 

Sebagai investor newbie (pemula) saya juga memegang 1 (satu) lot emiten #BMRI sejauh ini baru emiten ini yang memberikan profit (hijau) dalam durasi satu minggu, yup emiten blue chip memang terbukti handal, akan tetap tumbuh meskipun dengan pergerakan yang lebih lambat. 

Dalam berinvestasi, saya memanfaatkan teknologi khususnya chatGPT untuk menganalisa laporan keuangan emiten yang saya beli, maupun menganalisa performa saham. Ya untuk mencari inovasi point-point informasi awal, tapi disclaimer mempelajari ilmu fundamental laporan keuangan, dan mencari hidden gems asset dari sebuah emiten perusahaan tetap harus diasah ya! Saya ibaratkan investasi seperti kita berkebun, misalnya kita menanam cabai, kemangi,  daun katu, kelor, daun pandan,  empon-empon jahe dsb, semuanya punya ilmu dan perlakukan tersendiri, supaya tanaman tersebut dapat tumbuh dengan optimal, kapan harus memupuk, kapan harus memindah dari benih, bibit, ke polybag, yang terpenting adalah menyiram dan merawat tanaman tersebut supaya tetap tumbuh dengan subur. 

Sebagai tambahan informasi, ada sebanyak Rp. 3.000.000,- modal yang saya investasikan di sekuritas stockBIT, kita lihat nanti bersama bagaimana perkembangan profit/ loss di akhir tahun 2025 ini hehehe. 

Salam sehat, 

Salam CUAN.  


Posting Komentar untuk "Creative Investment using AI and Data Mining"

Ingin menghubungi saya? kirim pesan text melalui WhatsApp
Halo, saya Pratama (author blog ini) ada yang bisa saya bantu? ...
Klik saya untuk mengirim pesan WA...