Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jurnal Investasi Menggunakan Google Spreadsheet.


Penting untuk mencatat kegiatan investasi yang dilakukan melalui layanan sekuritas. Dimana saya pribadi secara teratur dapat menarik manfaat yang cukup berharga, untuk mengetahui efektivitas take profit yang dilakukan misalnya apakah sudah cukup optimal atau justru terlalu terburu-buru dalam memanen dan menebang suatu emiten. 

Sebagai seorang investor awam (baca: pemula), saya mencoba dan membuktikan beberapa strategi dalam berinvestasi maupun trading. Pertama-tama saya mencoba strategi masuk di emiten Cyclical dengan target take profit akhir tahun yaitu di emiten $MAPA dan $ACES kedua tergolong pada cluster emiten ritel mall dengan peluang akan berkembang pada Q4 akhir tahun di antara bulan November s.d Desember. 

Sebagai catatan saya memulai dunia investasi tepat yaitu pada tanggal 14 Agustus 2025. Dalam memulai strategi pertama, ternyata saya tergoda juga untuk mengulik lebih dalam emiten "HOT Cakes" seperti $COIN dan $EMTK. Kedua emiten ini menarik untuk dikulik sebab memiliki volume jual beli lot emiten yang besar (banyak para investor ritel yang aktif memperdagangkan emiten ini). Saya dan istri sempat mempunyai total 8 lot pada emiten $COIN. Dan memperoleh keuntangan "receh" sekitar Rp. 120.000,- dengan take profit yang diambil di angka 2.500 ; tidak disangka per tanggal 26 September 2025 emiten coin mampu mencapai angka tertinggi (ATH) yaitu Rp. 3.750 seperti prediksi yang saya tulis di aplikasi stockBit 1 bulan lalu. Yup sekali lagi pengalaman memberikan saya sebuah pelajaran yang sangat berharga. 

Kisah emiten $EMTK juga tak kalah menginsipirasi (red: membekas), dimana saya masuk dalam jumlah lot yang cukup besar (tepatnya 12 lot) di harga pucuk yaitu Rp. 1.306 saya investasi sejak tanggal 25 Agustus 2025 dan baru terjemput di harga Rp. 1.315 pada hari ini tanggal 26 September 2025. 

Snapshot berikut memberikan gambaran umum, mengenai panen emiten yang saya lakukan, dengan teredah yaitu panen $ANTM (1,89%), tertinggi $COIN (14,14%), dan $BUVA (8,97%) menduduki peringkat kedua. Selengkapnya dapat dicermati dalam gambar. Dapat disimpulkan saya terlalu terburu-buru dalam memanen suatu emiten, bahan dengan pertumbuhan kecil >2% hal ini menunjukkan bahwa saya belum cukup sabar menunggu suatu emiten untuk dapat matang secara sempurna sebelum panen raya. 

Saya sempat juga bergabung dalam kanal Telegram "Cuan Squad", untuk mencoba strategi trading singkat harian, ada satu emiten yang berhasil profit receh yaitu $CITY, denga peroleh trade profit sebesar Rp. 15.224 (8,26%). Namun yang menjadi catatan disini adalah tidak semua emiten yang direkomendasikan untuk buy and sell secara singkat itu hit dalam durasi 1 hari, masih ada emiten "gorengan" milik saya yang nyangkut antara lain $KOCI, $NTBK, dan $VTNY, dengan kondisi floating loss sebesar Rp. 6.000 s.d Rp. 9.000. 

Strategi terkahir yang saat ini sedang saya terapkan adalah buy in red, dan tinggalkan "jejak sendal", untuk memantau (observe) pergerakan harga emiten apakah layak untuk dilakukan average down, dengan harga yang optimal untuk mengarah ke potensi uptrend maupun downtren. Ibarat berkendara, akan sangat berbahaya apabila kita hanya mengandalkan kaca spion tanpa secara matang menatap kedepan. Sama halnya akan sangat berbahaya apabila kita memproyeksikan kenaikan dan penurunan suatu emiten hanya melihat kurva historis yang tersaji dalam aplikasi sekuritas. 

Rupa-rupanya hobby saya dalam membaca dan menganalisa mampu digunakan dalam kegiatan investasi untuk mempertajam insting saya dalam melihat peluang momentum maupun pergerakan suatu emiten. 

Yup tidak ada kamus "muspro" dalam dunia investasi, artinya semakin kita giat dalam belajar, membaca, mencurahkan waktu dan perhatian, maka akan semakin beruntung dan berhasil dalam memanen suatu emiten. Hal inilah yang memberikan dorongan semangat bagi saya untuk senantiasa belajar dan belajar. 

Mix method (kuantitatif dan kualitatif) merupakan metode penelitian yang dianjurkan dalam riset suatu emiten. Tidak hanya mengandalkan informasi yang tersaji dalam laporan keuangan, namun kita perlua mengulik secara lebih mendalam tentang kesehatan internal dan managerial suatu perusahaan dalam mengelola suatu emiten, 

Scuttlebutt, konsep yang dikembangkan oleh Philip A. Fisher, secara ringkas menyajikan 15 (lima belas) daftar pertanyaan yang patut diajukan kepada perusahan pengelola suatu emiten, untuk menilai apakah suatu emiten tersebut layak untuk dijadikan partner investasi.  






Posting Komentar untuk "Jurnal Investasi Menggunakan Google Spreadsheet. "

Ingin menghubungi saya? kirim pesan text melalui WhatsApp
Halo, saya Pratama (author blog ini) ada yang bisa saya bantu? ...
Klik saya untuk mengirim pesan WA...