Obsidian untuk menyusun draft tulisan blog
Mengapa Obsidian cocok untuk menulis blog?
1. Menggunakan Markdown
Obsidian menggunakan format Markdown (.md) yang sederhana.
Contoh:
# Belajar HTML Dasar
HTML adalah bahasa markup yang digunakan untuk membuat halaman web.
## Pendahuluan
Pada artikel ini kita akan membahas struktur dasar HTML.
Anda dapat fokus pada isi tulisan tanpa terganggu oleh toolbar seperti pada Microsoft Word.
2. Vault sebagai "Perpustakaan Ide"
Semua tulisan berada dalam satu folder (Vault).
Contohnya:
Blog
│
├── Draft
│ ├── Belajar HTML.md
│ ├── CSS Dasar.md
│ └── Git untuk Pemula.md
│
├── Published
│
├── Images
│
├── Referensi
│
└── Catatan Belajar
Dengan struktur seperti ini, seluruh ide dan artikel tersimpan rapi.
3. Internal Link
Anda dapat menghubungkan artikel satu dengan lainnya.
[[Belajar HTML]]
Fitur ini sangat membantu ketika membangun rangkaian artikel yang saling berkaitan.
Misalnya:
HTML
↓
CSS
↓
JavaScript
↓
Git
↓
GitHub
4. Tag
Misalnya:
#html
#css
#blog
#pemrograman
#ebook
Nantinya Anda dapat mencari semua artikel dengan tag tertentu hanya dalam beberapa detik.
5. Sangat cepat
Karena semua file berupa teks biasa (.md), Obsidian:
- ringan
- cepat dibuka
- tidak memerlukan internet
- ukuran file sangat kecil
6. Mendukung gambar
Anda cukup melakukan drag & drop gambar.
![[struktur-html.png]]
7. Cocok untuk membuat seri artikel
Misalnya Anda ingin membuat seri:
Belajar HTML
│
├── 01 Pengenalan HTML
├── 02 Struktur HTML
├── 03 Heading
├── 04 Paragraph
├── 05 List
├── 06 Table
├── 07 Form
└── dst...
Semua artikel saling terhubung.
Workflow yang saya rekomendasikan
Melihat beberapa percakapan kita sebelumnya, Anda sedang mempelajari:
- HTML
- CSS
- Visual Studio Code
- Git
- GitHub
- Blogger
- Kindle/eBook HTML
Workflow berikut menurut saya akan sangat efisien:
Belajar
↓
Catatan di Obsidian
↓
Revisi Draft
↓
Tambahkan gambar
↓
Copy ke Blogger
↓
Publish
Dengan cara ini, Obsidian menjadi "ruang kerja" utama Anda, sedangkan Blogger menjadi media publikasi.
Contoh struktur Vault untuk Anda
My Knowledge Base
│
├── Blog
│ ├── Draft
│ ├── Published
│ └── Images
│
├── HTML
│
├── CSS
│
├── JavaScript
│
├── Git
│
├── Linux
│
├── Programming
│
├── Community Development
│
├── CSR
│
├── Agriculture
│
├── Reading Notes
│
└── Daily Notes
Struktur ini memudahkan Anda memisahkan tulisan teknis, catatan pekerjaan, dan ide-ide baru.
Apakah cocok dengan Blogger?
Sangat cocok. Banyak penulis menggunakan alur kerja berikut:
- Menulis dan merevisi artikel di Obsidian.
- Menyimpan seluruh arsip tulisan dalam format Markdown.
- Menyalin hasil akhir ke editor Blogger.
- Menambahkan gambar, label, dan pengaturan SEO di Blogger sebelum dipublikasikan.
Pendekatan ini membuat Anda tetap memiliki salinan asli artikel dalam format yang mudah dipindahkan ke platform lain jika suatu saat ingin beralih dari Blogger.
Mengingat Anda sedang belajar HTML dan CSS serta berencana mengembangkan blog sebagai tempat berbagi catatan belajar, kombinasi Obsidian + Visual Studio Code + Blogger merupakan pilihan yang kuat. Obsidian berfungsi sebagai pusat pengetahuan dan penulisan, Visual Studio Code untuk mencoba serta menguji contoh kode HTML/CSS, dan Blogger sebagai media publikasi yang mudah dikelola.

Posting Komentar untuk "Obsidian untuk menyusun draft tulisan blog "